Si kancil anak nakal suka mencuri ketimun ayo lekas ditangkap jangan diberi ampun....kira-kira begitu mungkin lagunya si kancil. Dongeng si kancil mencuri ketimun memang sudah melegenda dan kebanyakan anak taman kanak-kanak sudah pernah mendengar dongeng ini, tapi apa benar ya kancil suka mencuri ketimun.... he..he... namanya juga dongeng terlepas benar atau tidak ya waullohualam...
Di dunia perdongengan memang si kancil adalah aktor yang sudah sangat terkenal, ia terkenal karena kecerdikannya tapi apakah setiap kecerdikannya wajib ditiru oleh anak-anak?
Sebuah uraian di harian Kompas mengupas tentang larangan mendongengkan si kancil mencuri ketimun, karena dongeng ini tidak mendidik, sebuah ajaran bagaimana kancil dengan hebatnya dapat mencuri ketimun pak tani, bila tidak dapat dicerna oleh anak-anak maka akan timbul pemikiran bagi anak bahwa mencuri itu hebat dan anak pun akan beranggapan aku ingin cerdik seperti kancil yang bisa mencuri ketimun....
Wah kalau sudah begitu bagaimana ya... berarti ada pekerjaan rumah tambahan bagi orang tua untuk menjernihkan kembali.
Pendidikan melalui dongeng adalah sebuah pendekatan yang mudah dicerna oleh anak, melalui tokoh-tokoh orang atau binatang yang lebih mudah dikenal oleh sang anak, anak akan sangat senang mendengarnya. Biasanya dongeng mempunyai tujuan tersembunyi di dalamnya yang bertujuan untuk mendidik budi pekerti si anak. Sekarang tergantung si orang tua atau si pendidik memilih dongeng apa yang sebaiknya layak didongengkan pada sang anak apakah dongeng si kancil mencuri ketimun masih layak didongengkan?
Langgan:
Poskan Komentar (Atom)

.jpg)
0 komentar:
Poskan Komentar