Kamis, 26 Juni 2008

Gibran pakai sandal jepit


Sewaktu Gibran kecilku berumur 1,5 tahun, ia belajar memakai sandal jepit aduh lucu sekali. Selama ini dia memakai sepatu sandal, ketika sandal Zaki, sepupunya ketinggalan Gibran ngotot pengen pakai sandal jepit walaupun dia gak bisa. Dipaksanya kakinya memasuki sandal walaupun kadang jarinya salah masuk, tapi dia senang sekali.

Ketika kedua pasang sandal telah melekat di kakinya dia berusaha jalan, wah Gibran jalan gaya robot, dan kaku sekali, dia jalan sangat hati-hati karena takut sandalnya lepas. Ketika teman-temannya berlari dia juga pengen berlari dilepasnya sandalnya dan dia ikutan lari, karena jika dia masih memakai sandal pasti dia tidak bisa lari dan kaku sekali.

Setiap hari, setiap diajak keluar rumah Gibran maunya pakai sandal jepit aja, dan lucunya dia belum bisa memakai sandal sendiri. Setiap dibantu pakai sandal jepit kadang aku menyuruh memasukkan kakinya dengan berkata "terus-terus maju" kayak parkir mobil saja dan dia menjawab "terus-terus" juga, he..he.. lucu sekali.

Sampai sekarang dia masih memilih lebih baik pakai sandal jepit daripada sepatu sandalnya, dan jalannya juga masih lucu, kaku he...he...

Rabu, 25 Juni 2008

Mutiara Kata Kahlil Gibran


"...pabila cinta memanggilmu... ikutilah dia walau jalannya berliku-liku... Dan, pabila sayapnya merangkummu... pasrahlah serta menyerah, walau pedang tersembunyi di sela sayap itu melukaimu..." (Kahlil Gibran)

"Jika manusia kehilangan sahabatnya, dia akan melihat sekitarnya dan akan melihat sahabat-sahabatnya datang dan menghiburnya.... Akan tetapi apabila hati manusia kehilangan kedamaiannya, dimanakah dia akan menemukannya, bagaimanakah dia akan bisa memperolehnya kembali?" (Kahlil Gibran)

"...kuhancurkan tulang-tulangku, tetapi aku tidak membuangnya sampai aku mendengar suara cinta memanggilku dan melihat jiwaku siap untuk berpetualang" (Kahlil Gibran)

"Tubuh mempunyai keinginan yang tidak kita ketahui. Mereka dipisahkan karena alasan duniawi dan dipisahkan di ujung bumi. Namun jiwa tetap ada di tangan cinta...terus hidup...sampai kematian datang dan menyeret mereka kepada Tuhan..." (Kahlil Gibran)

"Jangan menangis kekasihku.... Janganlah menangis dan berbahagialah, karena kita diikat bersama dalam cinta. Hanya dengan cinta yang indah... kita dapat bertahan terhadap derita kemiskinan, pahitnya kesedihan, dan duka perpisahan" (Kahlil Gibran)

"Aku ingin mencintaimu dengan sederhana... seperti kata yang tak sempat diucapkan kayu kepada api yang menjadikannya abu... Aku ingin mencintaimu dengan sederhana... seperti isyarat yang tak sempat dikirimkan awan kepada hujan yang menjadikannya tiada..." (Kahlil Gibran)

"Jika cinta tidak dapat mengembalikan engkau kepadaku dalam kehidupan ini...pastilah cinta akan menyatukan kita dalam kehidupan yang akan datang" (Kahlil Gibran)

"Setetes air mata menyatukanku dengan mereka yang patah hati, seulas senyum menjadi sebuah tanda kebahagiaanku dlam keberadaan... Aku merasa lebih baik jika aku mati dalam hasrta dan kerinduan...daripada jika aku hidup menjemukan dan putis asa" (Kahlil Gibran)

"Apa yang telah kucintai laksana seorang anak kini tak henti-hentinya aku mencintai... Dan, Apa yang kucintai kini... akan kucintai sampai akhir hidupku, karena cinta ialah semua yang dapat kucapai... dan tak ada yang akan mencabut diriku daripadanya" (Kahlil Gibran)

"Kemarin aku sendirian di dunia ini kekasih, dan kesendirianku... sebengis kematian... Kemarin diriku adalah sepatah kata yang tak bersuara... di dalam pikiran malam. Hari ini... aku menjelma menjadi sebuah nyanyian menyenangkan di atas lidah hari. Dan ini berlangsung dalam semenit dari sang waktu yang melahirkan sekilasan pandang, sepatah kata, sebuah desakan dan... sekecup ciuman" (Kahlil Gibran)

"Kemarilah, kekasihku, kemarilah Layla dan jangan tinggalkan aku. Kehidupan lebih lemah daripada kematian, tetapi kematian lebih lemah daripada cinta... Engkau telah membebaskanku, Layla, dari siksaan gelak tawa dan pahitnya anggur itu. Izinkan aku mencium tanganmu, tangan yang telah memutuskan rantai-rantaiku. Ciumlah bibirku, ciumlah bibir yang telah mencoba untuk membohongi dan yang telah menyelimuti rahasia-rahasia hatiku. Tutuplah mataku yang meredup ini dengan jari-jemarimu yang berlumuran darah. Ketika jiwaku melayang ke angkasa, taruhlah pisau itu di tangan kananku dan katakan pada mereka bahwa aku telah bunuh diri karena putus asa dan cemburu, aku hanya mencintaimu, Layla dan bukan yang lain, aku berpikir bahwa lebih baik bagiku untuik mengorbankan hatiku, kebahagiaanku, kehidupanku daripada melarikan diri bersamamu pada malam pernikahanmu. Ciumlah aku, kekasih jiwaku... sebelum orang-orang melihat tubuhku... Ciumlah aku... ciumlah Layla..." (Kahlil Gibran)

Mungkin Ayah Lupa


Pagi ini jam wekerku menjerit menyuruh aku bangun, segera aku berlari mengambil handuk dan mengguyur badan dengan segayung air dingin, hemm.. segar sekali rasanya, hilang sudah rasa kantuk di mata, terbayang pe-er yang belum selesai aku kerjakan semalam telah menanti. Kupakai seragamku dan sepatu bututku, kumasukkan buku pelajaran ke tas tuaku yang ujungnya sudah robek, ah aku harus segera berangkat. Sambil berjalan menuju meja makan aku melirik ke kamar ayahku aku melihat ayah masih pulas terlelap sambil mengorok, kasihan ayah pasti dia tidur subuh lagi, kulihat di meja kerjanya masih menumpuk beberapa file kerjaannya yang belum terselesaikan. Aku tahu ibu telah menyiapkan sarapan untukku, sepiring nasi goreng dengan telor mata sapi dan segelas susu coklat kesukaanku, hemmm nyam-nyam aku menikmati sarapan pagi bersama ibuku, sambil menemani makan aku dengar wejangan- wejangan yang ibu berikan pada hari ini, sarapannya dihabiskan ya nak, jangan jajan sembarangan nanti sakit perut, nanti kalo sudah selesai sekolah cepat pulang ya, jangan keluyuran dulu, sekarang lagi musim hujan nanti kamu kehujanan dan sakit, ingat ya. Kuiyakan saja semua nasehat ibu sambil sekali-kali kuseruput susu coklat yang masih hangat. Selesai sarapan aku segera berangkat, kucium tangan ibu dan mengantarku sampai ke teras. Dengan bangga dia melambaikan tangannya melepas kepergianku ke sekolah, anakku sudah besar sekarang.

Azan maghrib telah berkumandang, segera ibu menyuruhku sholat berjamaah dengannya, setelah sholat kami makan malam bersama menikmati sayur asem dan ikan goreng yang nikmat, sayang ayah belum pulang kerja, kalau ayah ada betapa tambah nikmatnya santap malam ini, tapi ya sudahlah ayah memang pekerja keras dia sangat sibuk dengan targetnya dia ingin mencukupi semua kebutuhan kami.

Biasanya ayah pulang kerja jika hari telah larut malam, aku bangga dengan kerja keras ayah, aku merasa andai sehari bisa lebih dari 24 jam mungkin ayah tidak harus pulang larut setiap malam. Dan mungkin juga ayah masih punya waktu bermain denganku, atau menemaniku mengerjakan pe-er, tapi ya sudahlah aku masih punya ibu yang setia menemaniku.

Besok adalah hari Minggu, Fadli teman sebangkuku bercerita kalo besok dia bersama kedua orang tuanya mau ke pantai, aku pengen berenang dengan ayah, ayahku hebat dia bisa menyelam di laut aku pengen seperti dia, nanti kalo aku bisa kamu aku ajari ya, kata Fadli kepadaku dengan bangga.

Kuceritakan semua ini kepada ibu, akupun merengek minta diajari berenang dengan ayah kepada ibu, nak ayahmu sedang sibuk kerja, nanti kalo ayah sudah nggak sibuk kita ajak ayah berenang ya. Aku cuma merenung kapan ya ayah nggak sibuk, pulang kerja selalu larut malam kadang sampai subuh dengan alasan ada proposal yang harus diselesaikan pagi ini juga karena ayah harus mengajukannya pagi ini, terkadang hari libur pun ayah masih bekerja, aku kesal kenapa ayah selalu bekerja dan bekerja kapan ayah libur? Bukannya tanggal merah di kalender itu adalah hari libur, karena hari minggu adalah tanggal merah dan aku juga libur sekolah.

Ibuku tahu apa yang sedang aku pikirkan, ya sudah nak besok kita jalan ke toko buku aja ya, nanti kita cari buku komik yang bagus. Ibu membujukku dan berusaha menghiburku, nanti kalau ayah tidak sibuk lagi pasti ayah mau mengajari kamu berenang, begitulah ibu dia selalu membujukku agar aku tenang.

Selasa, 24 Juni 2008

Obat tradisional balita


Ini berdasarkan pengalamanku, buat yang punya balita siapa tau ada manfaatnya tips berikut ini:

- Demam
Untuk kompresan ambil beberapa buah belimbing wuluh/belimbing sayur dan beberapa buah bawang merah, kemudian diremas-remas sampai keluar air, campuran ini diusapkan di kepala, ketiak dan selangkangan, mudah-mudahan panasnya segera turun.


- Perut kembung
Bawang merah dihancurkan ditambah minyak telon kemudian di usapkan di punggung, dada dan perut.

-Digigit tawon atau serangga
Ambil beberapa helai kelopak bunga kemudian diremas-remas dan ditempelkan di bagian yang digigit tawon

-Menghilangkan bekas gigitan nyamuk dikulit
Bila kulit digigit nyamuk biasanya meninggalkan bekas, biar tidak terjadi sebaiknya kulit segera dioles dengan sedikit kapur sirih.

-Balita hidung tersumbat / pilek
Hancurkan gambir dengan sedikit air, oleskan sedikit gambir di dekat hidung bagian atas dan hati-hati jangan sampai terkena mata.

-Masuk angin
Pijat badan balita dengan minyak kayu putih, biar badannya hangat.

-Kepala kena benturan
Secepatnya dioles dengan arak china agar tidak membengkak

-Mimisan
Daun sirih dimasukkan ke lubang hidung

-Menyuburkan rambut
Daging dari tanaman lidah buaya dioles di kepala biarkan beberapa menit kemudian keramas dengan shampoo, lakukan sesering mungkin.

-Gatal karena biang keringat
Tepung kanji / sagu digongseng sampai kering kemudian dibedaki di badan yang terkena biang keringat

-Bibir Sariawan
Oles bibir balita dengan madu

-Membersihkan kerak di kulit kepala
Dibersihkan dengan kapas yang sudah dioles dengan baby oil