Minggu, 27 Juli 2008

Selamat Ulang Tahun Gibran...


Tanggal 27 Juli 2008 adalah hari ulang tahun Gibran ke-2. Dengan ditemani nasi kuning, kue black forest dan balon Gibran meniup lilin, dia sangat menikmati acara tiup lilin meskipun pada awalnya dia takut melihat nyala lilin. Tidak cukup cuma sekali Gibran melakukan acara tiup lilin sampai kuenya sudah dipotong-potong dan tinggal setengahnya dia masih minta lilinnya dinyalakan, pokoknya sampe lilinnya sudah nggak berbentuk lagi, ah senangnya Gibranku, selamat ulang tahun ya nak semoga panjang umur dan sehat selalu...

Selasa, 22 Juli 2008

Cerita Hari Esok

"Aku ingin mencintaimu dengan sederhana, seperti kata yang tak sempat diucapkan kayu kepada api yang menjadikannya abu, aku ingin mencintaimu dengan sederhana seperti isyarat yang tak sempat dikirimkan awan kepada hujan yang menjadikannya tiada...."(Kahlil Gibran).

Entah mengapa sederetan kata-kata bijak ini sangat berkesan dalam hatiku. Begitu indahnya cinta dalam balutan kesederhanaan tanpa pernah berharap ada yang tahu bahwa aku mencintaimu, meskipun cinta itu membuat ku menderita, perih dan pedih membekas dalam ingatan dan tak lekang oleh waktu.

Cintaku padamu adalah asa yang tak kan pernah terwujud karena hari ini dan seterusnya cintaku telah hilang.....

Minggu, 20 Juli 2008

Bing Tanah


Entah apa yang ada dalam benak anakku dia begitu menyukai mobil pengeruk tanah yang biasa disebutnya bing tanah. Awalnya dia mendapat kado baju bergambar mobil-mobil proyek wah senangnya dia setiap hari maunya pake baju itu terus, sampe tetangga bilang wah Gibran bajunya gak ganti-ganti. Aku jadi giat berburu baju gambar bing tanah, dapatlah beberapa baju yang bergambar bing tanah dan yang agak mirip juga ada. Pokoknya Gibran gak mau pake baju selain baju bing tanah. Kadang dia berdiri di dekat jemuran bajunya sambil senyum-senyum memandang baju bing tanahnya goyang-goyang ditiup angin.

Kata orang, anak laki memang sukanya main mobil-mobilan, ya begitulah Gibran dari mobil bis, mobil box, mobil strada, mobil sedan dan terakhir ini bing tanah, untungnya lagi sepupunya yang punya bing tanah mau memberikan mobilannya buat Gibran wah senang sekali dia sampe dibawa-bawa tidur. Oh bing tanah sudah buat heboh ibunya Gibran hunting mobil-mobilan....

Kamis, 17 Juli 2008

Pendopo Oh Pendopo

Aku lahir di kota kecil penghasil minyak Pendopo namanya, sebuah nama kota yang unik, letaknya di Kecamatan Talang Ubi, Kabupaten Muara Enim, Propinsi Sumatera Selatan. Nama Pendopo sering menjadi pertanyaan sewaktu aku pindah ke Lampung, memang sulit dijelaskan karena dulu tidak ada di peta.

Pendopo menyimpan sejuta kenangan mulai dari TK Wijaya Kesuma, SD Dwi YPP dan SMP YPP selanjutnya hijrah ke Lampung. Tempat jajan ada toko roti Aan, warung buk Poyo, Warung Lek Gedek, Sate Pak Bunder, Mau nonton filem dan berenang di pesos, arsendora, jalan muter-muter ke abab, nonton bola kaki di abab buntu, jalan ke talang kerangan, talang gudang, belakang gereja sambil nikmati danau pak lubis atau mejeng ke talang ubi, sekalian lihat lapangan gelora dan sanggar pramuka tempat latihan pramuka.

Makanan favorit waktu sekolah jajan pempek panggang, miso, es serut di samping SD, itu memang jajanan yang ueenak tenan, sekarang masih ada nggak ya. Jadi ingat guru-guruku waktu SD dulu ada Bu Sam, Bu Maryam, Bu Neilda, Pak Rasyid, Pak Zaini dll Guru SMP ku ada Pak Nardi, Pak Yon yang sok imut, Bu Mul de el el deh

Pokoknya Pendopo punya sejuta kenangan....

Selasa, 08 Juli 2008

Libur Telah Tiba


"Libur telah tiba, libur telah tiba horee... horee...horee", itulah sekilas lagunya Tasya yang bergembira menyambut datangnya libur. Demikian juga yang dirasakan seluruh anak-anak sekolah, libur sekolah adalah hari yang dinanti, sudah banyak rencana di benak yang ingin diwujudkan di liburan nanti, ada yang berlibur ke kota, ke tempat hiburan, pokoknya intinya bersenang-senang, apalagi jika didukung oleh kondisi keuangan orang tua yang cukup, yang pastinya akan menjamin perjalanan liburan semakin menyenangkan.

Bagaimana jika kondisi keuangan tidak mendukung haruskah kita tidak dapat menikmati arti dari sebuah liburan? Tentu saja tidak jawabnya, walau bagaimanapun caranya libur tetap harus dinikmati apalagi ini liburan sekolah, masa liburan sekolah adalah masa yang paling menyenangkan bagi masa kanak-kanak. Yang terlintas dalam benak kita masa kanak-kanak adalah masa bermain, masa bersenang-senang dan tak pernah tahu susahnya orang tua mencari nafkah, walaupun sebagian anak-anak ada yang menyadarinya, tapi kebanyakan yang dikerjakan anak-anak untuk menghabiskan waktu luangnya adalah dengan bermain.

Sebuah stasiun TV menyiarkan kegiatan anak pinggiran kota berlibur. Dengan segala keterbatasan anak-anak tetap menikmati liburan, banyak permainan murah meriah yang masih bisa dilakukan seperti sepak bola, gobak sodor, perang-perangan, dll masih banyak lagi. Ini semua tergantung kreativitas anak bagaimana memanfaatkan keterbatasan fasilitas sehingga masih bisa menikmati liburan.

Hal seperti inilah yang patut didukung, bagaimana menumbuhkembangkan kreativitas pada diri anak. Kreativitas biasanya tidak datang dengan sendiri harus ada hal yang memicu. Disinilah tugas orang tua dan guru bagaimana menumbuhkan kreativitas anak. Dimulailah dari kegiatan di rumah, intinya bagaimana orang tua membimbing selain lingkungan yang juga turut berperan pada perkembangan anak.