Mengenangmu adalah bahagia, membuat aku terhempas pada waktu yang telah berlalu, memoriku berputar membolak-balik ingatanku padamu, padamu yang pernah memberi rasa damai di hati.
Aku mengingatmu yang pernah ada dalam sebagian masaku, yang pernah mengisi hatiku dalam keindahan kasihmu.
Mengenangmu adalah bahagia yang tak pernah terganti, walau indahmu hanya dalam agungnya kenangan...
Kamis, 25 September 2008
Selasa, 16 September 2008
Mencintaimu
.....pabila cinta memanggilmu.... ikutilah dia walau jalannya berliku-liku..., dan pabila sayapnya merangkummu... pasrahlah serta menyerah... walau pedang tersembunyi di sela sayap itu melukaimu....
Cinta begitu agung dan indah, berbahagialah bagi umat manusia yang masih diberi anugerah cinta, mencintai dan dicintai adalah garis hidup yang mengiringi waktu, sungguh indah cinta bila dikenang, tapi kadang kenangan itu menimbulkan berjuta kepedihan yang bergejolak.
Aku ingin mencintaimu dengan sederhana.... seperti kata yang tak sempat diucapkan kayu kepada api yang menjadikannya abu... aku ingin mencintaimu dengan sederhana... seperti isyarat yang tak sempat dikirimkan awan kepada hujan yang menjadikannya tiada...
Mencintaimu adalah anugerah dari harapan yang terpendam, adalah kebahagiaan bersamamu dalam melewati indahnya masa. Aku mencintaimu dengan hasrat yang paling dalam yang ingin kuwujudkan dalam langkah dan citaku.
Aku mencintaimu lewat kata yang tak pernah terucap, lewat pandangan yang tak bertepi lewat hasrat yang tak berujung.
Mencintaimu membuat aku berangan, ingin menghabiskan masaku bersamamu dalam keceriaan suka dan kegundahan duka. Hidup dan mencintai adalah harapan yang terpatri sehingga aku ingin selalu bersamamu melukis hari dengan pena kebahagiaan dalam bentangan kanvas yang tak terhingga.
Aku bahagia bersamamu, damai dalam pelukan cintamu, terasa hidup lebih bermakna, bersamamu kutemukan cinta yang hanya dapat kunikmati dalam bayangan cintamu.
Cintamu padaku adalah garis yang terbatas yang tak dapat sepenuhnya kunikmati walaupun aku mendambamu dalam setiap masaku, akankah aku selalu bersamamu...
Cinta begitu agung dan indah, berbahagialah bagi umat manusia yang masih diberi anugerah cinta, mencintai dan dicintai adalah garis hidup yang mengiringi waktu, sungguh indah cinta bila dikenang, tapi kadang kenangan itu menimbulkan berjuta kepedihan yang bergejolak.
Aku ingin mencintaimu dengan sederhana.... seperti kata yang tak sempat diucapkan kayu kepada api yang menjadikannya abu... aku ingin mencintaimu dengan sederhana... seperti isyarat yang tak sempat dikirimkan awan kepada hujan yang menjadikannya tiada...
Mencintaimu adalah anugerah dari harapan yang terpendam, adalah kebahagiaan bersamamu dalam melewati indahnya masa. Aku mencintaimu dengan hasrat yang paling dalam yang ingin kuwujudkan dalam langkah dan citaku.
Aku mencintaimu lewat kata yang tak pernah terucap, lewat pandangan yang tak bertepi lewat hasrat yang tak berujung.
Mencintaimu membuat aku berangan, ingin menghabiskan masaku bersamamu dalam keceriaan suka dan kegundahan duka. Hidup dan mencintai adalah harapan yang terpatri sehingga aku ingin selalu bersamamu melukis hari dengan pena kebahagiaan dalam bentangan kanvas yang tak terhingga.
Aku bahagia bersamamu, damai dalam pelukan cintamu, terasa hidup lebih bermakna, bersamamu kutemukan cinta yang hanya dapat kunikmati dalam bayangan cintamu.
Cintamu padaku adalah garis yang terbatas yang tak dapat sepenuhnya kunikmati walaupun aku mendambamu dalam setiap masaku, akankah aku selalu bersamamu...
Senin, 01 September 2008
Memilih Pre-school
Di Indonesia terutama di Jakarta sudah banyak sekali preschool yang bertaraf internasional dengan kurikulum internasional pula, atau pun preschool lokal yang menggabungkan kurikulum lokal dengan internasional. Berbagai pilihan ini sering membuat orang tua bingung untuk menentukan mana yang terbaik dan tepat bagi anaknya. Berbagai preschool tersebut masing-masing mempunyai titik berat yang berbeda-beda sehingga semakin menyulitkan orang tua untuk mengambil pilihan, misalnya ada preschool yang lebih mengutamakan pengembangan kemampuan sosial, menyediakan alat-alat untuk melatih ketrampilan fisik serta perkembangan kognitif, sementara preschool yang lain lebih menitik beratkan untuk memacu perkembangan kognitif dan akademik. Di bawah ini terdapat beberapa panduan bagi Anda para orang tua yang bisa menjadi bahan pertimbangan dalam memutuskan preschool mana yang paling sesuai dan paling baik.
1. Carilah informasi dari teman-teman Anda yang menyekolahkan anaknya di berbagai preschool, tanyakan situasi dan kondisi sesuai dengan pengalaman mereka masing-masing.
2. Kunjungi sekolah-sekolah sekurangnya 2 kali, pertama sendiri dan berikutnya membawa serta anak Anda untuk melihat reaksi dan meminta pendapatnya.
3. Bertemulah dengan guru beserta asistennya yang mungkin akan mendampingi anak Anda.
4. Cobalah menilai, apakah para staf di sekolah tersebut memang benar-benar ditangani orang-orang yang profesional, terlatih bahkan punya latar belakang pendidikan seputar pendidikan anak.
5. Temukanlah tujuan dari program sekolah yang sedang Anda selidiki, apakah penekanannya terdapat pada pengembangan sosial atau kah akademik untuk kemudian menyesuaikan dengan kebutuhan anak Anda.
6. Selidikilah cara-cara yang dipergunakan oleh para guru di sekolah itu dalam menerapkan dan menanamkan kedisiplinan terhadap anak-anak asuhannya.
7. Perhatikan bagaimana interaksi sosial dan komunikasi yang terjalin antara guru dengan murid, dan antara murid dengan sesamanya.
8. Perhatikan pula, apakah sekolah tersebut mempunyai fasilitas yang memadai, mempunyai arena dan peralatan bermain yang memadai, mempunyai toilet yang memadai dan dijaga kebersihannya, serta hal-hal lain yang menyangkut lingkungan serta sarana.
9. Pilihlah sekolah yang menawarkan program-program yang konsisten dan selaras dengan nilai-nilai yang ditanamkan di dalam keluarga Anda.
10.Pilihlah sekolah yang sesuai dengan keadaan keuangan rumah tangga Anda, karena kalau terlalu dipaksakan juga malah akan menjadi beban tersendiri dan menjadikan problem yang hanya akan mendatangkan stress bagi Anda dan pasangan.
11.Pilihlah sekolah yang lokasi dan jaraknya sesuai dengan keadaan di kota Anda, jangan sampai menyulitkan si anak atau pun membutuhkan ekstra biaya, waktu atau tenaga hanya untuk menempuh perjalanan pulang pergi ke sekolah.
Sumber: e-psikolog
1. Carilah informasi dari teman-teman Anda yang menyekolahkan anaknya di berbagai preschool, tanyakan situasi dan kondisi sesuai dengan pengalaman mereka masing-masing.
2. Kunjungi sekolah-sekolah sekurangnya 2 kali, pertama sendiri dan berikutnya membawa serta anak Anda untuk melihat reaksi dan meminta pendapatnya.
3. Bertemulah dengan guru beserta asistennya yang mungkin akan mendampingi anak Anda.
4. Cobalah menilai, apakah para staf di sekolah tersebut memang benar-benar ditangani orang-orang yang profesional, terlatih bahkan punya latar belakang pendidikan seputar pendidikan anak.
5. Temukanlah tujuan dari program sekolah yang sedang Anda selidiki, apakah penekanannya terdapat pada pengembangan sosial atau kah akademik untuk kemudian menyesuaikan dengan kebutuhan anak Anda.
6. Selidikilah cara-cara yang dipergunakan oleh para guru di sekolah itu dalam menerapkan dan menanamkan kedisiplinan terhadap anak-anak asuhannya.
7. Perhatikan bagaimana interaksi sosial dan komunikasi yang terjalin antara guru dengan murid, dan antara murid dengan sesamanya.
8. Perhatikan pula, apakah sekolah tersebut mempunyai fasilitas yang memadai, mempunyai arena dan peralatan bermain yang memadai, mempunyai toilet yang memadai dan dijaga kebersihannya, serta hal-hal lain yang menyangkut lingkungan serta sarana.
9. Pilihlah sekolah yang menawarkan program-program yang konsisten dan selaras dengan nilai-nilai yang ditanamkan di dalam keluarga Anda.
10.Pilihlah sekolah yang sesuai dengan keadaan keuangan rumah tangga Anda, karena kalau terlalu dipaksakan juga malah akan menjadi beban tersendiri dan menjadikan problem yang hanya akan mendatangkan stress bagi Anda dan pasangan.
11.Pilihlah sekolah yang lokasi dan jaraknya sesuai dengan keadaan di kota Anda, jangan sampai menyulitkan si anak atau pun membutuhkan ekstra biaya, waktu atau tenaga hanya untuk menempuh perjalanan pulang pergi ke sekolah.
Sumber: e-psikolog
Sekolah Balita
Memilih sekolah untuk balita Anda bukanlah hal yang mudah, karena tentunya Anda menginginkan tempat belajar yang terbaik untuk balita Anda. Sementara itu, berbagai Taman Kanak-Kanak telah banyak didirikan dengan karakter belajar yang berbeda-beda pula, seperti TK bilingual atau menggunakan 2 bahasa (Bahasa Indonesia & Inggris), TK berbasis agama, dan TK yang lebih menekankan belajar dari lingkungan alam.
Manfaat bersekolah
1. Kemampuan sosialisasi
Kebanyakan anak hanya bersosialisasi dengan anggota keluarga saja, seperti orang tua, adik atau kakak. Sekolah akan menjadi tempat bagi anak untuk bersosialisasi dan berinteraksi dengan orang-orang lain di luar lingkungan rumahnya, yaitu dengan para guru dan dengan anak-anak lain. Di sekolah anak Anda dapat lebih mengembangkan kemampuan bersosialisasi dan berinteraksi dengan berbagai macam orang.
2. Kemampuan Akademis
Bersekolah juga akan mengembangkan kemampuan akademis anak. Yang perlu
diperhatikan bagi Anda sebagai orang tua dalam memilih sekolah TK adalah sistim pendidikan yang dipergunakan di sekolah tersebut. Apakah sesuai dengan kemampuan anak seusianya? Sebaiknya Anda memilih sekolah yang tujuan pendidikannya sesuai dengan tujuan Anda.
3. Kemampuan motorik kasar
Peralatan permainan maupun peralatan edukasi di sekolah biasanya lebih
lengkap dibanding di rumah. Seperti misalnya, mainan, mainan edukatif,
komputer interaktif, taman bermain yang luas, yang semuanya akan merangsang perkembangan koordinasi mata-tangan dan kemampuan motorik kasar anak Anda. Tingkat percaya diri dan kreativitas anak pun akan berkembang.
Beberapa yang harus dipertimbangkan oleh orang tua dalam memilih sekolah :
1. Ukuran Sekolah
Semakin besar ukuran sekolah, biasanya semakin lengkap peralatan/sarana
permainan dan edukasi yang tentunya lebih menstimulasi tumbuh kembang anak. Ukuran kelas perbandingan jumlah guru dan murid tergantung pada kebijakan masing-masing sekolah. Kebanyakan mengatakan semakin kecil rasio perbandingan jumlah guru dan murid, maka semakin efektif pula kelas akan berjalan. Namun ada pula yang berpendapat bahwa semakin banyak jumlah murid dalam suatu kelas, maka anak akan lebih banyak berinteraksi.
2. Budget Anda
Yang harus Anda ingat adalah bahwa sekolah yang murah belum tentu tidak dapat memberikan pendidikan yang baik. Walaupun sekolah yang tidak terlalu mahal biasanya tidak memiliki peralatan/sarana edukasi dan permainan yang mewah, namun biasanya hubungan antar guru-anak dan teman-temannya lebih dekat, juga murid-muridnya datang dari berbagai kalangan dan budaya. Sehingga membiasakan anak untuk dapat bersosialisasi dengan orang-orang berbagai kalangan.
Jenis-jenis sekolah
1. Sekolah Internasional
Sekolah Internasional tentunya memiliki murid dengan latar belakang dari berbagai negara. Biasanya, jumlah anak Indonesia sendiri akan dibatasi sehingga tetap mempertahankan ke-"internasional-annya". Memiliki tempat bermain yang luas serta sarana permainan berstandar internasional dengan tenaga pengajar yang professional. Namun, tentunya tidak sedikit uang sekolah yang harus dikeluarkan dibanding sekolah lokal.
2. Sekolah National Plus
Biaya sekolah ini tentunya lebih murah dibanding sekolah internasional, namun tetap dapat dikatakan mahal. Sekolah ini biasanya bi-lingual atau memakai 2 bahasa, yaitu bahasa Indonesia dan Inggris, adapula yang menerapkan 3 bahasa, yaitu tambahan bahasa Mandarin. Metode pengajaran yang dipakai adalah kombinasi kurikulum internasional dan kurikulum Indonesia.
3. Sekolah Independent
Sekolah ini biasanya tidak besar, dan didirikan di bangunan sekolah
sederhana atau bahkan di bangunan rumah. Sekolah seperti ini saat ini
memiliki reputasi yang bagus karena biasanya memiliki guru-guru yang dekat dengan murid-muridnya, antusias dan kreatif. Fasilitas bermain tidak selengkap 2 jenis sekolah dijelaskan di atas,namun biasanya memiliki ruangan yang nyaman sehingga anak merasa berada di rumah.
4. Sekolah Franchise
Sekolah-sekolah seperti ini banyak berkembang di Indonesia, seperti Kinderland dari Singapur dan Tutor Time dari Amerika. Peraturan, material maupun kurikulum pengajaran berdasarkan standar internasional.
5. Program Bermain Non-Akademik
Ini merupakan program bermain dengan pertemuan 2-5 kali seminggu. Contoh sekolah ini adalah Gymboree dan Tumble Tots.
sumber: mailist
Manfaat bersekolah
1. Kemampuan sosialisasi
Kebanyakan anak hanya bersosialisasi dengan anggota keluarga saja, seperti orang tua, adik atau kakak. Sekolah akan menjadi tempat bagi anak untuk bersosialisasi dan berinteraksi dengan orang-orang lain di luar lingkungan rumahnya, yaitu dengan para guru dan dengan anak-anak lain. Di sekolah anak Anda dapat lebih mengembangkan kemampuan bersosialisasi dan berinteraksi dengan berbagai macam orang.
2. Kemampuan Akademis
Bersekolah juga akan mengembangkan kemampuan akademis anak. Yang perlu
diperhatikan bagi Anda sebagai orang tua dalam memilih sekolah TK adalah sistim pendidikan yang dipergunakan di sekolah tersebut. Apakah sesuai dengan kemampuan anak seusianya? Sebaiknya Anda memilih sekolah yang tujuan pendidikannya sesuai dengan tujuan Anda.
3. Kemampuan motorik kasar
Peralatan permainan maupun peralatan edukasi di sekolah biasanya lebih
lengkap dibanding di rumah. Seperti misalnya, mainan, mainan edukatif,
komputer interaktif, taman bermain yang luas, yang semuanya akan merangsang perkembangan koordinasi mata-tangan dan kemampuan motorik kasar anak Anda. Tingkat percaya diri dan kreativitas anak pun akan berkembang.
Beberapa yang harus dipertimbangkan oleh orang tua dalam memilih sekolah :
1. Ukuran Sekolah
Semakin besar ukuran sekolah, biasanya semakin lengkap peralatan/sarana
permainan dan edukasi yang tentunya lebih menstimulasi tumbuh kembang anak. Ukuran kelas perbandingan jumlah guru dan murid tergantung pada kebijakan masing-masing sekolah. Kebanyakan mengatakan semakin kecil rasio perbandingan jumlah guru dan murid, maka semakin efektif pula kelas akan berjalan. Namun ada pula yang berpendapat bahwa semakin banyak jumlah murid dalam suatu kelas, maka anak akan lebih banyak berinteraksi.
2. Budget Anda
Yang harus Anda ingat adalah bahwa sekolah yang murah belum tentu tidak dapat memberikan pendidikan yang baik. Walaupun sekolah yang tidak terlalu mahal biasanya tidak memiliki peralatan/sarana edukasi dan permainan yang mewah, namun biasanya hubungan antar guru-anak dan teman-temannya lebih dekat, juga murid-muridnya datang dari berbagai kalangan dan budaya. Sehingga membiasakan anak untuk dapat bersosialisasi dengan orang-orang berbagai kalangan.
Jenis-jenis sekolah
1. Sekolah Internasional
Sekolah Internasional tentunya memiliki murid dengan latar belakang dari berbagai negara. Biasanya, jumlah anak Indonesia sendiri akan dibatasi sehingga tetap mempertahankan ke-"internasional-annya". Memiliki tempat bermain yang luas serta sarana permainan berstandar internasional dengan tenaga pengajar yang professional. Namun, tentunya tidak sedikit uang sekolah yang harus dikeluarkan dibanding sekolah lokal.
2. Sekolah National Plus
Biaya sekolah ini tentunya lebih murah dibanding sekolah internasional, namun tetap dapat dikatakan mahal. Sekolah ini biasanya bi-lingual atau memakai 2 bahasa, yaitu bahasa Indonesia dan Inggris, adapula yang menerapkan 3 bahasa, yaitu tambahan bahasa Mandarin. Metode pengajaran yang dipakai adalah kombinasi kurikulum internasional dan kurikulum Indonesia.
3. Sekolah Independent
Sekolah ini biasanya tidak besar, dan didirikan di bangunan sekolah
sederhana atau bahkan di bangunan rumah. Sekolah seperti ini saat ini
memiliki reputasi yang bagus karena biasanya memiliki guru-guru yang dekat dengan murid-muridnya, antusias dan kreatif. Fasilitas bermain tidak selengkap 2 jenis sekolah dijelaskan di atas,namun biasanya memiliki ruangan yang nyaman sehingga anak merasa berada di rumah.
4. Sekolah Franchise
Sekolah-sekolah seperti ini banyak berkembang di Indonesia, seperti Kinderland dari Singapur dan Tutor Time dari Amerika. Peraturan, material maupun kurikulum pengajaran berdasarkan standar internasional.
5. Program Bermain Non-Akademik
Ini merupakan program bermain dengan pertemuan 2-5 kali seminggu. Contoh sekolah ini adalah Gymboree dan Tumble Tots.
sumber: mailist
Langganan:
Postingan (Atom)