Kelahiran seorang anak manusia adalah awal dari kehidupan. Hidup dan hidup hingga batas yang hanya diketahui oleh Sang Pencipta... Ada harapan yang terpendam tatkala seorang anak lahir di dunia ini, semoga dia akan menjadi orang yang baik dan jika diijinkan ingin menjadi orang yang terbaik.
Itulah harapan yang datang dari segumpal keinginan yang hendak diwujudkan dalam bentuk kehidupan. Tapi kadang harapan tak seindah kenyataan, kadang harapan hanyalah sebuah bayangan atau sebuah impian belaka yang hanya singgah dalam pikiran dan keinginan tanpa mengerti apakah kita mampu atau tidak untuk mewujudkannya.
Banyak keterbatasan yang tak pernah kita ketahui yang akan menghadang denyut kehidupan sehingga hidup terasa kian tak bermakna dan hanya berani meratapi tanpa pernah berusaha menyadari dan menyikapinya.
Jika harapan tak sesuai dengan kenyataan apa yang harus dilakukan... bersedih, meratapi nasib atau menyalahkan keadaan.... Janganlah pernah berpikir sempit bahwa takdir yang membuat hidup menjadi begini, tapi ingatlah ini semua tergantung dari seberapa kuat kita telah berusaha untuk mewujudkan impian itu. Sepertinya usaha dan kerja keras yang telah dilakukan belumlah sebanding dengan harapan yang terpendam, tapi jika kerja keras itu telah kita lakukan seoptimal mungkin apakah nasib masih akan disalahkan...
Ingatlah kita hidup ada yang mengatur, tapi kita mau jadi apa di dunia ini adalah atas kehendak kita sendiri karena hidup adalah memilih. Nikmati saja hidup ini karena waktu yang diberikanNya kepada kita sangat terbatas, sayang kalau kehidupan yang hanya sekali ini kita lewatkan begitu saja.
Dalam keterbatasan yang kita miliki, jangan lupa kita selalu bersyukur kepadaNya atas segala yang diberikanNya kepada kita sehingga sampai detik ini kita masih dapat bernafas di dunia ini. Janganlah selalu membandingkan apa yang kita miliki dengan orang yang lebih dari kita karena Tuhan menciptakan setiap insan itu lengkap dengan segala kelebihan dan kekurangan, mungkin dari segi materi kita kurang tapi coba liat dari diri kita pasti ada kelebihan yang mungkin kita sendiri tidak menyadarinya.
Nikmatilah apa yang telah kita dapat hari ini karena ini adalah anugerah yang tak terhingga yang mungkin semua orang tidak pernah memilikinya.
Senin, 24 November 2008
Minggu, 23 November 2008
Si Kancil mencuri ketimun
Si kancil anak nakal suka mencuri ketimun ayo lekas ditangkap jangan diberi ampun....kira-kira begitu mungkin lagunya si kancil. Dongeng si kancil mencuri ketimun memang sudah melegenda dan kebanyakan anak taman kanak-kanak sudah pernah mendengar dongeng ini, tapi apa benar ya kancil suka mencuri ketimun.... he..he... namanya juga dongeng terlepas benar atau tidak ya waullohualam...
Di dunia perdongengan memang si kancil adalah aktor yang sudah sangat terkenal, ia terkenal karena kecerdikannya tapi apakah setiap kecerdikannya wajib ditiru oleh anak-anak?
Sebuah uraian di harian Kompas mengupas tentang larangan mendongengkan si kancil mencuri ketimun, karena dongeng ini tidak mendidik, sebuah ajaran bagaimana kancil dengan hebatnya dapat mencuri ketimun pak tani, bila tidak dapat dicerna oleh anak-anak maka akan timbul pemikiran bagi anak bahwa mencuri itu hebat dan anak pun akan beranggapan aku ingin cerdik seperti kancil yang bisa mencuri ketimun....
Wah kalau sudah begitu bagaimana ya... berarti ada pekerjaan rumah tambahan bagi orang tua untuk menjernihkan kembali.
Pendidikan melalui dongeng adalah sebuah pendekatan yang mudah dicerna oleh anak, melalui tokoh-tokoh orang atau binatang yang lebih mudah dikenal oleh sang anak, anak akan sangat senang mendengarnya. Biasanya dongeng mempunyai tujuan tersembunyi di dalamnya yang bertujuan untuk mendidik budi pekerti si anak. Sekarang tergantung si orang tua atau si pendidik memilih dongeng apa yang sebaiknya layak didongengkan pada sang anak apakah dongeng si kancil mencuri ketimun masih layak didongengkan?
Di dunia perdongengan memang si kancil adalah aktor yang sudah sangat terkenal, ia terkenal karena kecerdikannya tapi apakah setiap kecerdikannya wajib ditiru oleh anak-anak?
Sebuah uraian di harian Kompas mengupas tentang larangan mendongengkan si kancil mencuri ketimun, karena dongeng ini tidak mendidik, sebuah ajaran bagaimana kancil dengan hebatnya dapat mencuri ketimun pak tani, bila tidak dapat dicerna oleh anak-anak maka akan timbul pemikiran bagi anak bahwa mencuri itu hebat dan anak pun akan beranggapan aku ingin cerdik seperti kancil yang bisa mencuri ketimun....
Wah kalau sudah begitu bagaimana ya... berarti ada pekerjaan rumah tambahan bagi orang tua untuk menjernihkan kembali.
Pendidikan melalui dongeng adalah sebuah pendekatan yang mudah dicerna oleh anak, melalui tokoh-tokoh orang atau binatang yang lebih mudah dikenal oleh sang anak, anak akan sangat senang mendengarnya. Biasanya dongeng mempunyai tujuan tersembunyi di dalamnya yang bertujuan untuk mendidik budi pekerti si anak. Sekarang tergantung si orang tua atau si pendidik memilih dongeng apa yang sebaiknya layak didongengkan pada sang anak apakah dongeng si kancil mencuri ketimun masih layak didongengkan?
Rabu, 12 November 2008
Kecipak kecipuk.....
.jpg)
Tiap dua minggu sekali di sekolah Gibran diadakan pelajaran berenang, Gibran sangat menyukainya. Kecipak kecipuk ciprat sana ciprat sini eh basah.... sambil duduk di ban si bebek kwek kwek.... Padahal waktu pertama kali pelajaran berenang Gibran sangat histeris takut nyemplung di kolam he...he... gak tau nya sekarang malah dia sangat semangat ... kecipak kecipuk he..he...
Langganan:
Postingan (Atom)